Selasa, 10 Februari 2009

Memproteksi Flashdisk

  1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.
  • Memiliki Flashdisk berkapasitas besar (diatas 1 GB) disarankan membuat partisi lebih dari satu. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan fatal baik disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya, kita masih bisa menyelamatkan data disalah satu partisi seandainya jalan terakhir ‘memformat’ flashdisk harus dilakukan. Dalam membuat partisi format dengan NTFS (support windows 2000/2003/XP) bukan FAT32.
  • Buat satu bagian yang aman (kita harus memasukkan password untuk dapat mengakses bagian flashdisk yang aman –secure-), dan 1 bagian lagi yang bisa diakses umum. Jika kita menggunakan Windows XP Pro (bukan home edition) dan format winnya NTFS kita dapat membuat password pada sebuah folder dengan langkah-langkah sbb:
    Control panel >> Folder Options >> View >> Lihat checkbox bawah sendiri >> hilangkan tanda centang >> OK. Kemudian, Klik kanan folder yang mau di proteksi >> Properties >> Security >> beri tanda cek semua pada kolom deny. >> OK. Folder yang bersangkutan akan berubah menjadi 0 byte.
2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.

Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:
  • File Protektor
  • Folder Guard
  • Folder Lock
  • Mysecretfolder
  • Usbdiskguard
  • Carryit
  • Easy file Pro
  • Dll
Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.
3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.

Tips Menyembunyikan Tab Screen Saver

Cara Menyembunyikan Tab Screen Saver : Jika komputer Anda sering digunakan orang lain, tidak ada salahnya untuk waspada terhadap kemungkinan orang tersebut melakukan keisengan dengan merubah settingan tertentu pada komputer kita, termasuk perubahan screen saver. Tentunya Anda tidak ingin screen saver Anda diganti dengan tulisan dan/atau gambar yang tidak sopan , kan!! Dengan tips berikut ini, Anda dapat menyembunyikan tab screen saver pada Display Properties sehingga orang lain tidak mudah untuk mengotak-atik screen saver.

Tips ini menggunakan fasilitas group policy editor, dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run kemudian ketik gpedit.msc kemudian klik OK atau ENTER hingga muncul jendela group policy editor.

2. Kemudian klik User Configuration >> Administrative Templates >> Control Panel >> Display >>

3. Kemudian pada panel sebelah kanan, klik double pada Hide Screen Saver tab hingga muncul jendela Hide Screen Saver tab Properties

4. Kemudian pilih opsi Enabled

5. Kemudian klik OK atau ENTER.

6. Selesai

Setelah itu, coba Anda buka Display Properties, dan pastikan tab screen saver sudah tidak ada lagi.

Memaksimalkan Kapasitas RAM pada Operating System

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kapasitas RAM pada Operatyng System. Berikut adalah salah satu langkah-langkahnya :

Aktifkan mode PAE pada Windows XP :

1. Klik kanan pada My Computer dan pilih “Properties”
2. Buka tab Advanced dan di bawah tab Startup and Recovery, di Settings dan klik “Edit”
3. Ini akan membuka notepad yang berisi file boot.ini. Dibawah tulisan “[operating systems]” tertulis baris: multi (0) disk (0) rdisk (0) partition (2) WINDOWS = “Microsoft Windows XP” / noexecute = OptIn / fastdetect coba ubah menjadi: multi (0) disk (0) rdisk (0) partition (1) WINDOWS = “Microsoft Windows XP” / noexecute = OptIn / PAE
4. Simpan file tadi dan keluar.

Aktifkan mode PAE pada Windows Vista :

1. Tekan Windows key + R, kemudian ketikan cmd terus tekan enter
2. Tekan Ctrl + Shift + Enter untuk mengeksekusi prompt sebagai administrator
3. Enter command Bcdedit / Set SAP forceenable dan tekan enter.

Aktifkan mode PAE pada Linux Ubuntu :

1. Buka terminal/konsol dan jalankan perintah untuk install sebuah kernel PAE: sudo apt-get update sudo sudo apt-get install linux-headers-server linux-image-server linux-server
2. Setelah installasi, restart system dengan new kernel yang baru: sudo reboot

Install Antivirus Windows di Linux

Ada berbagai cara untuk melindungi Windows Anda dari serangan virus, salah satunya adalah dengan menguji coba antivirus yang Anda gunakan.

Hal tersebut dilakukan jika anda masih khawatir Windows terserang virus, cobalah install antivirus Windows di Linux. Gunakan Wine untuk mengemulasi lingkungan Windows di Linux, sehingga anti virus akan berjalan mulus di Linux. Cobalah menggunakan Avira AntiVir yang dijalankan oleh Wine di Mandriva. Coba juga memakai Wine untuk mengemulasi PCMAV supaya bisa menghalau virus lokal sebelum masuk ke Windows.

Hasilnya cukup ampuh. Anda tidak perlu mengotori Windows kesayangan anda dengan virus jika memakainya. Sebelum mengerjakan tugas dari flashdisk teman, masuklah dulu ke Linux dan scan dengan anti virus. Dijamin komputer (terutama Windows) akan lebih aman.

Jika antivirus anda bisa berjalan baik melalui Wine, bersyukurlah. Anda bisa melakukan ritual “babat alas” di sini. Pilihlah anti virus yang hemat memory karena Wine belum bisa mengemulasi dengan sempurna. Avira AntiVir berjalan cukup lambat ketika start, namun saat scanning selalu mulus dan relatif cepat karena dia hemat memory. PCMAV memang agak rakus memory, namun ketika scan dia berjalan begitu cepat.

Tips Koneksi Internet Lebih Cepat di Win XP dan Vista

Apakah anda tahu kalau selama ini Windows memakai Bandwit kita 20%? iya memang bener, windows itu sebenarnya mencuri 20 persen dari jalur akses internet kita, kenapa?karena windows merupakan OS yang selalu menginginkan Up To Date seperti SP3 dan Service Pack, makanya dari pada itu dia sengaja update otomatis di background tasking kita, jadi Untuk mengambil bandwidth kita kembali dan koneksi lebih cepat lakukan langkah berikut ini :

1. Klik start, run trus ketik “gpedit.msc” (Tidak pakai tanda petik).
2. Pada computer configuration - administrative template - klik Network.
3. Klik Qos packet scheduler - Double Klik pada Limit Reservable Bandwith.
4. Klik ENABLED reservable bandwith dan ubah settingannya ke 0 (nol)% habis itu Klik Apply dan Klik OK. Restart Komputer anda.

Tapi semua itu juga tergantung dengan kecepatan koneksi anda sendiri. Tips ini bisa mempercepat koneksi anda jika memakai OS Windows XP dan Vista.

Manage Antivirus

Cara maintenance Symantec Antivirus (SAV) baik server maupun client. Misalkan ada 1 main parent server yang berlokasi di Singapore lalu ada secondary parent server di tiap tiap country atau regional dan di bawah secondary parent server ada server - server yang di bawahnya ada sekian banyak client. Sebagai contoh disalah satu Negara Indonesia ada 19 SAV server untuk regional Indonesia diantaranya ada 1 secondary parent server.

Main Parent Sever tugasnya adalah mendownload file VDF (Virius Definitions File) menggunakan Live Update dgn koneksi ke internet, dan mendeploy VDF tersebut ke secondary parent server di tiap-tiap regional. dari 2nd parent sever tersebut lalu di teruskan deploy ke sever - server yang lain, kemudian di teruskan ke client client. Sistem secanggih apapun tidak menutup kemungkinan dari problem - problem, Misalnya: sever tidak update otomatis, client banyak yang gak update, antivirusnya Corrupt, dll.

Yang berperan sebagai admin perlu mengontrol aktivitas sistem antivirus tsb. karena client - client yang berjumlah tidak sedikit ini tidak mungkin jika saya mengontrol satu persatu di tiap desktop, maka digunakan tool yang sebenarnya sudah di sediakan oleh symantec, yakni (SSCC) Symantec System Center Console. Dengan SSCC ini dapat melihat infrastruktur seluruh server maupun client yang saling terhubung melaui intranet. Dari sini sudah kelihatan gambaran khan bagaimana SSCC memberi kemudahan dalam memaintenance.

Tips Berhotspot dengan Aman

Tips Untuk Berhotspot dengan Aman antara lain :

1. Sebaiknya Komputer anda memunyai user dan passwrd ketika masuk ke Sistem Operasi

2. Jangan tertalu percaya dengan semua sinyal Hotspot yang diterima di laptop anda. Bisa juga Hotspot sebagi perangkat untuk menjebak. (Jangan langsung konek kecuali anda yankin, cari Informasi dulu..)

3. Jangan mengaktifkan file sharing folder laptop Anda jika Anda terhubung dengan jaringan publik, karena memungkinkan orang lain bisa mengakses folder yang Anda sharing

4. Matikan juga sharing printer Laptop Anda

5. Selalu mengaktifkan anti virus dengan update definisi terbaru

6. Jangan berikan username dan password Anda kepada orang lain

7. Akan lebih aman jika Hotspot memunyai autentikasi WEP/WPA/WPA2. (sebelum konek)